Sahabat setia Myhartono yang berstatus sebagai Online Member akan berubah nama menjadi HRM (Hartono Regular Member). Tekan OK untuk memproses
Untuk meningkatkan kenyamanan Anda berbelanja di My Hartono, kami telah melakukan pembaruan keanggotaan HPC.
Silakan login menggunakan account Anda di aplikasi MyHartono di App Store untuk melakukan upgrade. Anda
dapat melanjutkan belanja di www.myhartono.com setelah melakukan upgrade melalui aplikasi MyHartono
Anda pernah bertanya-tanya, mengapa pakaian yang Anda cuci di rumah tidak bisa sewangi pakaian yang dicuci di tempat laundry?
Ternyata, aroma segar yang bertahan setelah pakaian kering dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari kondisi pakaian sebelum dicuci, jumlah deterjen, penggunaan pewangi, proses pembilasan, hingga cara menjemur.
Karena itu, menambahkan banyak pewangi bukan selalu solusi, lho! Justru penggunaan produk yang berlebihan dapat meninggalkan residu pada kain dan membuat pakaian terasa kurang nyaman.
Lalu bagaimana kiat dan cara mencuci pakaian agar wangi seperti laundry? Simak di bawah ini ya!
Ada beberapa alasan mengapa pakaian yang baru dicuci tidak menghasilkan aroma segar seperti yang diharapkan.
Pertama, pakaian mungkin belum benar-benar bersih. Keringat, minyak tubuh, debu, dan sisa produk perawatan tubuh yang masih tertinggal dapat membuat aroma pakaian cepat berubah setelah kering.
Kedua, terlalu banyak memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci dapat membuat deterjen dan air tidak bekerja secara optimal pada seluruh bagian kain.
Ketiga, pewangi yang digunakan tidak tepat atau diberikan pada tahap yang salah. Pewangi pakaian atau fabric softener umumnya digunakan pada tahap pembilasan, bukan dicampur langsung dengan deterjen.
Terakhir, pakaian yang terlalu lama berada dalam kondisi lembap juga dapat menimbulkan bau apek. Karena itu, proses setelah mencuci sama pentingnya dengan proses mencuci itu sendiri.
Untuk mengatasi masalah pakaian yang tidak wangi padahal sudah dicuci, berikut beberapa tips yang dapat Anda coba untuk terapkan saat mencuci pakaian.
Mulailah dengan memisahkan pakaian berdasarkan warna dan tingkat kotornya. Pakaian yang sangat kotor, pakaian olahraga, handuk, dan pakaian sehari-hari dapat membutuhkan perlakuan berbeda.
Pisahkan juga pakaian yang berpotensi menimbulkan masalah, seperti pakaian yang memiliki banyak serat atau aksesori. Periksa label perawatan sebelum memasukkannya ke mesin cuci.
Langkah sederhana ini membantu Anda memilih program pencucian yang lebih sesuai sekaligus mengurangi risiko pakaian rusak atau menyerap bau dari cucian lain.
Mesin cuci membutuhkan ruang agar pakaian dapat bergerak selama proses pencucian. Ketika tabung terlalu penuh, air dan deterjen lebih sulit menjangkau seluruh bagian pakaian. Proses pembilasan juga dapat menjadi kurang optimal.
Karena itu, jangan menggunakan kapasitas mesin sebagai alasan untuk selalu memasukkan cucian sebanyak mungkin. Beri ruang yang cukup agar pakaian dapat bergerak dengan baik selama siklus pencucian.
Lebih banyak deterjen tidak berarti pakaian akan semakin bersih atau semakin wangi lho! Deterjen yang terlalu banyak dapat menghasilkan residu yang sulit terbilas, terutama jika jumlah air dan kapasitas cucian tidak sesuai. Residu tersebut justru dapat membuat kain terasa kurang segar.
Ikuti takaran pada kemasan deterjen dan sesuaikan dengan jumlah cucian serta kondisi pakaian. Untuk pakaian yang sangat kotor, lebih baik memilih program pencucian yang sesuai daripada sekadar menambahkan deterjen secara berlebihan.
Pembilasan merupakan bagian penting dalam cara mencuci baju agar wangi seperti di laundry.
Setelah kotoran dan deterjen terangkat, pakaian perlu dibilas sampai sisa deterjen tidak tertinggal secara berlebihan. Ini juga menjadi tahap ketika pewangi atau pelembut pakaian biasanya digunakan.
Pada mesin cuci otomatis, Anda dapat memanfaatkan kompartemen khusus softener dan mengikuti dosis yang direkomendasikan pada produknya. Jangan menuangkan pewangi langsung ke pakaian dalam jumlah pekat. Larutkan atau gunakan melalui dispenser sesuai petunjuk produk dan mesin cuci.
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua jenis pewangi pakaian. Setiap produk dapat memiliki petunjuk penggunaan yang berbeda.
Sebagai panduan praktis, ikuti durasi yang tercantum pada label produk. Jika pewangi memang dirancang untuk direndam secara manual, durasi singkat sekitar 5 sampai 15 menit umumnya sudah cukup untuk proses tersebut. Hindari merendam jauh lebih lama dari petunjuk karena tidak otomatis membuat pakaian semakin wangi.
Hal yang lebih penting adalah memasukkan pewangi pada tahap yang tepat. Setelah pakaian selesai dicuci dan dibilas, larutkan pewangi dalam air sesuai takaran, kemudian masukkan pakaian ke dalam larutan tersebut.
Untuk mesin cuci otomatis, Anda biasanya tidak perlu melakukan perendaman manual. Gunakan kompartemen softener agar mesin memasukkan pewangi pada tahap pembilasan yang sesuai.
Deterjen dan pewangi memiliki fungsi berbeda. Deterjen digunakan untuk membantu mengangkat kotoran, minyak, dan noda. Sementara itu, pelembut atau pewangi digunakan pada tahap pembilasan untuk memberikan kelembutan dan aroma.
Mencampurkan keduanya secara langsung dapat mengganggu proses kerja masing-masing produk. Cara yang lebih tepat adalah menyelesaikan proses pencucian dengan deterjen terlebih dahulu, kemudian menggunakan pewangi pada tahap pembilasan sesuai petunjuk.
Jenis kain dan tingkat kekotoran menentukan program pencucian yang sebaiknya digunakan. Pakaian sehari-hari yang tidak terlalu kotor tentu tidak membutuhkan perlakuan yang sama dengan handuk, sprei, atau pakaian olahraga.
Program yang tepat membantu pakaian mendapatkan waktu, gerakan, suhu, dan pembilasan yang sesuai. Hasilnya dapat terasa lebih bersih tanpa harus menambah deterjen atau pewangi secara berlebihan.
Ini adalah salah satu kesalahan yang sering membuat pakaian kehilangan aroma segarnya.
Setelah siklus pencucian selesai, segera keluarkan pakaian dari mesin dan lanjutkan ke proses pengeringan. Pakaian yang tertinggal dalam kondisi basah dan tertutup dapat menjadi lembap dan menimbulkan bau yang kurang sedap.
Untuk membantu mengurangi kadar air sebelum dijemur, pilih kecepatan spin yang sesuai dengan jenis kain. Pada Toshiba T21 10.5 Kg, kecepatan spin maksimum mencapai 1.200 RPM. Tetapi tetap perhatikan label pakaian. Tidak semua jenis kain cocok dengan kecepatan putaran yang tinggi.
Setelah dicuci, segera jemur pakaian di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari menumpuk pakaian terlalu rapat karena dapat memperlambat penguapan air.
Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Pakaian yang masih menyimpan kelembapan berisiko menimbulkan bau apek, terutama jika langsung dimasukkan ke dalam lemari.
Untuk pakaian tertentu, menjemur di tempat yang terkena sinar matahari dapat membantu proses pengeringan lebih cepat. Namun, perhatikan karakter kain karena paparan matahari berlebihan dapat memengaruhi warna beberapa jenis pakaian.
Ternyata mesin cuci yang jarang dibersihkan dapat menjadi salah satu sumber bau pada pakaian! Sisa deterjen, pelembut, kotoran, dan kelembapan dapat menumpuk di bagian tertentu dari mesin. Jika kondisi ini dibiarkan, bau tersebut dapat berpindah ke cucian berikutnya.
Karena itu, bersihkan tabung, dispenser deterjen, karet pintu, dan bagian lain sesuai petunjuk perawatan mesin cuci.
Toshiba T21 10.5 Kg juga dilengkapi Hygiene Care, yang dirancang untuk membantu menjaga kebersihan tabung dari dalam dan mencegah penumpukan jamur serta bakteri yang dapat mengkontaminasi cucian berikutnya.
Cara mencuci pakaian agar wangi seperti laundry membutuhkan lebih dari sekadar menambahkan pewangi. Salah satu kunci agar pakaian bersih total dan bisa wangi seperti di laundry adalah dengan memilih mesin cuci yang modern.
Mesin cuci berteknologi tinggi dapat membantu membuat proses pencucian lebih konsisten. Salah satu model yang relevan untuk kebutuhan ini adalah Toshiba Mesin Cuci Front Loading T21 10.5 Kg TW-T21BU115UWN(MG).
Model berkapasitas 10,5 kg ini memiliki teknologi AROMA+ yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelembut pakaian dengan menyesuaikan suhu dan waktu pembilasan. Toshiba menyebut teknologi tersebut membantu mengunci kesegaran lebih lama. Fitur AROMA+ juga telah diuji oleh TÜV SÜD Certification and Testing (China) Co., Ltd.
Dengan fitur tersebut, Anda tetap perlu menggunakan pewangi sesuai dosis yang dianjurkan. Teknologi mesin cuci membantu prosesnya, tetapi hasil akhir tetap dipengaruhi oleh jenis pewangi, kondisi pakaian, proses pencucian, dan cara mengeringkan.
Gunakan deterjen sesuai takaran, jangan memenuhi mesin cuci, lakukan pembilasan dengan baik, gunakan pewangi pada tahap yang tepat, lalu segera keringkan pakaian setelah selesai dicuci.
Durasi bergantung pada produk yang digunakan. Ikuti petunjuk pada kemasan. Untuk produk yang memang meminta perendaman manual, sekitar 5 sampai 15 menit dapat digunakan sebagai panduan umum.
Tergantung petunjuk produk. Beberapa produk dapat meminta pakaian diperas tanpa dibilas kembali, sementara produk lain memiliki instruksi berbeda. Selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.
Penyebabnya bisa berupa pakaian belum benar-benar bersih, terlalu banyak cucian dalam satu siklus, penggunaan pewangi yang tidak tepat, mesin cuci yang perlu dibersihkan, atau pakaian tidak segera dikeringkan.
Pastikan pakaian dicuci dengan deterjen yang sesuai, gunakan pewangi pada tahap pembilasan, jangan memenuhi mesin cuci, dan segera keringkan setelah siklus selesai. Kebersihan mesin cuci juga perlu dijaga secara rutin.
Toshiba Mesin Cuci Front Loading T21 10.5 Kg TW-T21BU115UWN(MG) memiliki teknologi AROMA+, yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelembut melalui penyesuaian suhu dan waktu pembilasan sehingga membantu mengunci kesegaran lebih lama.