Sahabat setia Myhartono yang berstatus sebagai Online Member akan berubah nama menjadi HRM (Hartono Regular Member). Tekan OK untuk memproses
Untuk meningkatkan kenyamanan Anda berbelanja di My Hartono, kami telah melakukan pembaruan keanggotaan HPC.
Silakan login menggunakan account Anda di aplikasi MyHartono di App Store untuk melakukan upgrade. Anda
dapat melanjutkan belanja di www.myhartono.com setelah melakukan upgrade melalui aplikasi MyHartono
Tagihan listrik yang terus naik jadi keluhan hampir semua rumah tangga di Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar pemborosan energi di rumah sebenarnya bisa dikendalikan — baik dari kebiasaan sehari-hari maupun dari pemilihan perangkat elektronik yang tepat. Berikut panduan lengkap memahami dan menekan konsumsi listrik rumah tangga lewat perangkat low watt.
AC dan kulkas biasanya jadi penyumbang terbesar konsumsi listrik rumah tangga, bisa mencapai 60–70% dari total tagihan bulanan. Selain dua perangkat itu, kebiasaan kecil seperti membiarkan charger tetap tercolok meski tidak sedang mengisi daya juga tetap menyerap arus listrik — dikenal sebagai "phantom load" atau beban siaga.
Rumusnya sederhana:
Daya (watt) × Lama pemakaian (jam) ÷ 1.000 = Konsumsi energi (kWh)
Contoh gambaran konsumsi harian beberapa perangkat rumah tangga umum:
| Perangkat | Daya | Pemakaian | Estimasi konsumsi/hari |
|---|---|---|---|
| 10 lampu LED 10W | 10 watt | 8 jam | ~0,8 kWh |
| AC 1 PK | ~750 watt | 8 jam | ~6 kWh |
| Kulkas | menyala 24 jam | 24 jam | ~3,6 kWh |
| TV / rice cooker | — | pemakaian normal | ~0,5–0,6 kWh |
Dengan mengetahui angka watt di label setiap perangkat, kamu bisa memperkirakan sendiri mana yang paling boros dan mana yang aman dipakai lebih sering.
Perangkat low watt adalah elektronik yang dirancang mengonsumsi daya lebih rendah dari perangkat konvensional sekelasnya, tapi tetap memberikan performa setara. Beberapa mesin cuci low watt misalnya dirancang beroperasi di kisaran 250 watt saja — jauh di bawah mesin cuci konvensional.
Regulasi efisiensi energi terbaru di Indonesia mewajibkan perangkat rumah tangga seperti kulkas, AC, dan mesin cuci memiliki label peringkat hemat energi minimal bintang 4, atau menggunakan teknologi inverter (Variable Speed Drive) yang lebih ketat standarnya. Teknologi inverter membuat motor bekerja sesuai kebutuhan, bukan langsung menyala di daya maksimum — sehingga penggunaan listrik jadi lebih stabil dan tidak boros di lonjakan awal.
Selain memilih perangkat low watt, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh besar:
Berikut beberapa pilihan nyata yang tersedia di katalog myhartono.com per pengecekan terbaru (harga bisa berubah mengikuti promo):
Apakah perangkat low watt lebih mahal dari perangkat biasa?Kadang iya di harga awal, tapi selisihnya biasanya balik lagi lewat penghematan tagihan listrik dalam 1–2 tahun pemakaian, apalagi untuk perangkat yang menyala setiap hari seperti kulkas dan mesin cuci.
Apa beda perangkat low watt dengan perangkat berteknologi inverter?Low watt merujuk pada angka konsumsi daya yang memang lebih rendah secara desain, sementara inverter adalah teknologi yang membuat motor bekerja fleksibel sesuai kebutuhan sehingga listrik tidak terbuang di lonjakan daya awal. Banyak perangkat hemat energi menggabungkan keduanya.
Perangkat apa yang paling penting diganti ke versi low watt lebih dulu?Prioritaskan perangkat yang menyala paling lama setiap hari, seperti kulkas dan AC, karena dampaknya ke tagihan bulanan paling besar dibanding perangkat yang hanya dipakai sesekali.
No posts found